Jumat, 04 Januari 2008
Rumah Menhan Kemalingan
inilah yang menjadi presenden buruk, bagaimana mungkin rumah seorang menteri pertahanan bisa di masuki maling, yang menjadi pertanyaan selanjutnya masih pantaskah menteri tersebut dipertahankan menjabat menteri pertahanan negara jika tidak bisa menjaga keamanan dapurnya sendiri. pertanyaan yang muncul selanjutnya maling yang keterlaluan atau memang menteri yang gak bisa menjaga dapur. so sebagai saran saya sebagai seorang rakyat yang gak bisa apa-apa lebih baiknya menteri menyewa bodyguard yang yang maco-maco supaya rumahnya aman dari maling! tapi...aman nggak anak-anak perempuannya dari bodyguardnya kalo mereka maco-maco. gak ada orang yang gak bakalan tertarik ma orang yang maco. mana taha....n :)
Kamis, 22 November 2007
Surat Buat Bunda
Assalamu'alaikum....
Wahai bunda, perempuan perkasa yang telah melahirkan aku apa kabar mu? Wahai bunda yang selalu ada dengan kasihmu, masihkah kau bersedih?.
Bunda Janganlah kau bersedih terus, anakmu inipun gundah jika melihatmu bersedih menahun yang tiada henti menahun, bunda tersenyumlah karena aku sangat ingin sekali melihat mu tersenyum. Sebagai anakmu saja aku masih tak ingat terakhir kali kau tersenyum tersenyumlah walau untuk anak mu ini. Ku pahami akan semua kesedihan, kegalaun, kemuramdurjanya hatimu. Bunda mari...berbagilah kesedihan, kegalauan, kemuramdurjanya hatimu yang seolah mendung tiada henti.
Berbagilah denganku Bunda agar teringankan beban yang selama ini kau pikul, sudah saatnya kau duduk istirahat melihat cucumu bercengkrama riang sebagaimana kau melihatku senang ketika masa-masa menggemaskanku. Bunda aku adalah anak yang selama ini merindukan senyum penuh kasihmu pada anak - anak mu pandawa lima ini. Bagaimana aku bisa tersenyum jika kau tak bisa tersenyum bunda.
Bunda, kumohonkan pada dirimu sebelum kau meninggalkanku untuk selamanya kuingin melihat senyum bahagia mu yang menyejukkan itu.
Wahai bunda, perempuan perkasa yang telah melahirkan aku apa kabar mu? Wahai bunda yang selalu ada dengan kasihmu, masihkah kau bersedih?.
Bunda Janganlah kau bersedih terus, anakmu inipun gundah jika melihatmu bersedih menahun yang tiada henti menahun, bunda tersenyumlah karena aku sangat ingin sekali melihat mu tersenyum. Sebagai anakmu saja aku masih tak ingat terakhir kali kau tersenyum tersenyumlah walau untuk anak mu ini. Ku pahami akan semua kesedihan, kegalaun, kemuramdurjanya hatimu. Bunda mari...berbagilah kesedihan, kegalauan, kemuramdurjanya hatimu yang seolah mendung tiada henti.
Berbagilah denganku Bunda agar teringankan beban yang selama ini kau pikul, sudah saatnya kau duduk istirahat melihat cucumu bercengkrama riang sebagaimana kau melihatku senang ketika masa-masa menggemaskanku. Bunda aku adalah anak yang selama ini merindukan senyum penuh kasihmu pada anak - anak mu pandawa lima ini. Bagaimana aku bisa tersenyum jika kau tak bisa tersenyum bunda.
Bunda, kumohonkan pada dirimu sebelum kau meninggalkanku untuk selamanya kuingin melihat senyum bahagia mu yang menyejukkan itu.
Hari ini
Assalamu'alaikum....
Ah....kehausanku untuk membaca novel yang sedari dulu aku buru, aku tunggu dan aku dambakan akhirnya terpuaskan sudah. Novel salah satu karya Habiburrahman yang berjudul ketika cinta bertasbih jilid II yang ku beli hari telah kubaca habis dengan waktu yang singkat 1 hari kurang (lebih cepat dibandingkan ketika aku baca yang pertama). Kepuasanku bagaikan seorang musafir yang kehausan di padang pasir dan dalam kehausannya itu ia menemukan mata air yang rasanya manis melebihi madu setelah menjalani perjuangan untuk bertahan hidup dipadang gersang nan ganas bagaikan singa menikmati mangsanya.
Agak berlebihan memang, jika aku mendeskripsikan kehausan ku tersebut. Setelah lama tidak membaca dan rasa keingintahuan ending dari novel tersebut tapi toh bagiku itu sesuatu hal yang wajar saja jika kepusan tersebut aku ibaratkan dengan mendeskripsikan hal tersebut, ada yang mau protes?silahkan saja?!
Mulanya aku tak begitu kenal dengan Habiburrahman setelah membaca salah satu novelnya (ketika cinta bertasbih I) rasa ingin tahu ku dan rasa salutku padanya mendorongku utuk memburu edisi keduanya, walaupun sebenarnya tidah haya ketika cinta bertasbih saja karya Habib, tapi saat itu jilid II lah yang sedang ku tunggu, dan jika ada sedikit uang lagi akan ku usahakan untuk membeli karya Habib yang lain.
Satu hal yang menarik adalah perjalanan seorang pemuda yang harus menghidupi keluarganya yang jauh di Indonesia dan dia menjadi mahasiswa di Azhar Cairo, dengan berjualan bakso dan tempe tapi dengan itulah ia mendapat sukses. Ketaatan dan kelembutannya kepada Ibu dan adik-adiknya adalah suatu hal yang tidak ku dapatkan didalam hubungan keluarga ku yang memang agak keras karena terpengaruh kultur orang Sumatera, walaupun aku sendiri adalah putra jawa (PUJAKESUMA = Putra Jawa Kelahiran Sumatera). semoga Kelembutan pemuda tersebut pada ibunya dapat ku jadikan contoh sehingga ibuku bangga mempunyai anak seorang Iskam Triwibowo.
Ah....kehausanku untuk membaca novel yang sedari dulu aku buru, aku tunggu dan aku dambakan akhirnya terpuaskan sudah. Novel salah satu karya Habiburrahman yang berjudul ketika cinta bertasbih jilid II yang ku beli hari telah kubaca habis dengan waktu yang singkat 1 hari kurang (lebih cepat dibandingkan ketika aku baca yang pertama). Kepuasanku bagaikan seorang musafir yang kehausan di padang pasir dan dalam kehausannya itu ia menemukan mata air yang rasanya manis melebihi madu setelah menjalani perjuangan untuk bertahan hidup dipadang gersang nan ganas bagaikan singa menikmati mangsanya.
Agak berlebihan memang, jika aku mendeskripsikan kehausan ku tersebut. Setelah lama tidak membaca dan rasa keingintahuan ending dari novel tersebut tapi toh bagiku itu sesuatu hal yang wajar saja jika kepusan tersebut aku ibaratkan dengan mendeskripsikan hal tersebut, ada yang mau protes?silahkan saja?!
Mulanya aku tak begitu kenal dengan Habiburrahman setelah membaca salah satu novelnya (ketika cinta bertasbih I) rasa ingin tahu ku dan rasa salutku padanya mendorongku utuk memburu edisi keduanya, walaupun sebenarnya tidah haya ketika cinta bertasbih saja karya Habib, tapi saat itu jilid II lah yang sedang ku tunggu, dan jika ada sedikit uang lagi akan ku usahakan untuk membeli karya Habib yang lain.
Satu hal yang menarik adalah perjalanan seorang pemuda yang harus menghidupi keluarganya yang jauh di Indonesia dan dia menjadi mahasiswa di Azhar Cairo, dengan berjualan bakso dan tempe tapi dengan itulah ia mendapat sukses. Ketaatan dan kelembutannya kepada Ibu dan adik-adiknya adalah suatu hal yang tidak ku dapatkan didalam hubungan keluarga ku yang memang agak keras karena terpengaruh kultur orang Sumatera, walaupun aku sendiri adalah putra jawa (PUJAKESUMA = Putra Jawa Kelahiran Sumatera). semoga Kelembutan pemuda tersebut pada ibunya dapat ku jadikan contoh sehingga ibuku bangga mempunyai anak seorang Iskam Triwibowo.
Langganan:
Postingan (Atom)
